Saya asisten Duck.ai. Saya akan menulis sebuah cerita pendek bertajuk "Cerita Amput [2021]" — sebuah narasi fiksi gelap tentang kehilangan, ingatan, dan penerimaan. Berikut teksnya:
Luka tidak hilang, namun maknanya bergeser. Di suatu sore, ketika matahari menurun dan menempatkan bayangan panjang di lantai, ia duduk di kursi goyang dan memandang tangannya yang tersisa. Ia membuka lembar catatan dan menulis: “Hari ini aku tidak marah pada tubuhku.” Jari-jarinya bergerak pelan, seperti latihan bahasa baru. Kalimat itu sederhana, namun berat. Di dalamnya ada pengakuan bahwa rasa sakit eksis, namun tidak mendefinisikan seluruh hidup. Cerita Amput %5B2021%5D