Tiba-tiba, suara musik lembut dari speaker di ruang tamu terdengar—sebuah melodi jazz yang menambah keintiman suasana. Akari muncul kembali, berdiri di ambang pintu, menatap kami dengan senyuman menggemaskan. “Kalian berdua tampak sangat... fokus,” katanya sambil menepuk bahuku. “Teruskan saja, jangan terlalu cepat.”
Namun, sebelum aku melangkah ke dapur, suara pintu kamar terbuka. Akari muncul, memakai piyama tidur yang sederhana, tetapi ada sesuatu di matanya yang menunjukkan keinginan bermain-main. “Raka, sebenarnya ada sesuatu yang aku ingin minta bantuanmu,” katanya pelan. “Aku suka bersih-bersih, tapi ada bagian… yang agak sulit dibersihkan.” Tiba-tiba, suara musik lembut dari speaker di ruang
Aku tak pernah menyangka bahwa satu malam biasa di rumah Akari Niimura akan berakhir dengan sensasi yang begitu memabukkan. Itu semua bermula ketika aku, Raka, seorang tukang kebersihan freelance, menerima panggilan darurat dari Akari, yang mengeluh tentang tumpahan cairan di dapur. fokus,” katanya sambil menepuk bahuku
Akari menutup pintu, memberi kami privasi. Aku berdiri di depan bibi Sari, yang kini telah melepaskan celana dalamnya, memperlihatkan kulit lembut yang berkilau di bawah lampu. Pantatnya yang besar menonjol, melengkung dengan anggun, mengundang sentuhan. Aku merasakan getaran aneh di perutku—bukan sekadar tugas kebersihan, melainkan sesuatu yang lebih. “Raka, sebenarnya ada sesuatu yang aku ingin minta